Ini tentang sebuah cita-cita, sama
seperti anak lain gue pun punya segudang cita-cita yang pasti nya berubah dari
kecil sampe udah gede. Seinget gue sih, gue pernah bercita-cita jadi guru (50%
cita-cita anak kecil dari 100% yang sisa nya adalah jadi dokter), guru nya itu
guru mengaji sama guru TK, lalu jadi bidan, yang paling sederhana sih cuma jadi
ibu rumah tangga (naluri perempuan), lalu pindah haluan lagi jadi news anchor
tapi berhubung gue cadel huruf R ya udah deh gue sekarang menetap dan punya keyakinan
besar untuk menjadi seorang broadcaster handal dibalik sebuah program yang
suskes. Sukses dalam artian punya tempat tersendiri di hati penonton dan punya
nilai yang bermanfaat. Yaaa walaupun gue tau itu nggak semudah saat gue ketik
post ini, tapi dengan sekuat hati, pikiran dan tenaga InsyaaAllah semua bisa
terwujud. Aamiin.
Nah kalo itu mungkin visi nya, atau
tujuan utama dan cara gue meraihnya dengan misi. Walaupun misi yang gue rancang
ternyata sangat nggak mudah. Sejak gue SMP, gue berkeyakinan untuk melanjutkan
di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) supaya setelah itu bisa langsung kerja dan
nabung buat kuliah. Tapi apa daya jadi pengangguran itu sangat nggak enak dan
jadi beban tersendiri. Gue sih sempet kerja di sebuah resto fast food gitu, disana
gue sebagai order taker yang berusaha belajar setiap harinya. Tapi sayang para
senior seperti kurang membantu dan gue nya nggak terlalu cepat beradaptasi
menghasilkan gue resign di bulan kedua. Setelah kembali jadi pengangguran,
kedua orang tua gue menyarankan untuk meneruskan kuliah, tapi lagi-lagi semua
nya tak sesuai harapan. Di awal lulus SMK mereka menyanggupi untuk membiayai
gue kuliah di sebuah universitas swasta dengan jurusan broadcasting, tapi apa
daya ternyata biaya nya terlalu jauh untuk diraih. Sampai akhirnya rezeki gue
kuliah di akademi swasta yang bisa dibilang sangat terkenal tapi terkenal juga
kualitas pendidikan nya kurang baik. Dengan berat hati dan sedikit keyakinan,
gue jalanin kuliah nya. Suka duka semua udah gue lewati, sampai akhirnya
sekarang gue udah semester tiga.
Ini semua bikin gue berpikir…
perjuangan gue belum seberapa dibanding mereka orang tua gue yang banting
tulang mengeluarkan tenaga dan uang sampai saat ini. Ditambah sama rata-rata
semua temen SMK gue udah diambang batas aman karena punya pekerjaan, udah
merasakan hasil keringan sendiri setiap bulan, bisa kasih orang tua uang dan
sebuah kebanggan juga bisa nabung dengan uang sendiri untuk masa depan. Berbeda
sama gue yang sekarang masih sangat bergantung dengan minta. Tapi itu semua
membuat gue semakin semangat, buat fokus lulus kuliah dengan baik dan kerja
keras biar orang tua gue bangga, bahagia dan sejahtera di masa tua nya nanti.
Walaupun terkadang keraguan muncul karena dunia yang gue pelajari ini sangat
sulit dan banyak banget pesaing, tapi Allah SWT. pasti udah menyediakan
rezeki-Nya untuk gue. Karena tidak ada yang sia-sia selama semuanya dilakukan
dengan hati ikhlas dan harapan yang selalu menjadi doa setiap hari nya. Betul?
*ala Aa Gym*