Sabtu, 19 September 2015

ini tentang sebuah CITA... -cita



Ini tentang sebuah cita-cita, sama seperti anak lain gue pun punya segudang cita-cita yang pasti nya berubah dari kecil sampe udah gede. Seinget gue sih, gue pernah bercita-cita jadi guru (50% cita-cita anak kecil dari 100% yang sisa nya adalah jadi dokter), guru nya itu guru mengaji sama guru TK, lalu jadi bidan, yang paling sederhana sih cuma jadi ibu rumah tangga (naluri perempuan), lalu pindah haluan lagi jadi news anchor tapi berhubung gue cadel huruf R ya udah deh gue sekarang menetap dan punya keyakinan besar untuk menjadi seorang broadcaster handal dibalik sebuah program yang suskes. Sukses dalam artian punya tempat tersendiri di hati penonton dan punya nilai yang bermanfaat. Yaaa walaupun gue tau itu nggak semudah saat gue ketik post ini, tapi dengan sekuat hati, pikiran dan tenaga InsyaaAllah semua bisa terwujud. Aamiin.
Nah kalo itu mungkin visi nya, atau tujuan utama dan cara gue meraihnya dengan misi. Walaupun misi yang gue rancang ternyata sangat nggak mudah. Sejak gue SMP, gue berkeyakinan untuk melanjutkan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) supaya setelah itu bisa langsung kerja dan nabung buat kuliah. Tapi apa daya jadi pengangguran itu sangat nggak enak dan jadi beban tersendiri. Gue sih sempet kerja di sebuah resto fast food gitu, disana gue sebagai order taker yang berusaha belajar setiap harinya. Tapi sayang para senior seperti kurang membantu dan gue nya nggak terlalu cepat beradaptasi menghasilkan gue resign di bulan kedua. Setelah kembali jadi pengangguran, kedua orang tua gue menyarankan untuk meneruskan kuliah, tapi lagi-lagi semua nya tak sesuai harapan. Di awal lulus SMK mereka menyanggupi untuk membiayai gue kuliah di sebuah universitas swasta dengan jurusan broadcasting, tapi apa daya ternyata biaya nya terlalu jauh untuk diraih. Sampai akhirnya rezeki gue kuliah di akademi swasta yang bisa dibilang sangat terkenal tapi terkenal juga kualitas pendidikan nya kurang baik. Dengan berat hati dan sedikit keyakinan, gue jalanin kuliah nya. Suka duka semua udah gue lewati, sampai akhirnya sekarang gue udah semester tiga.
Ini semua bikin gue berpikir… perjuangan gue belum seberapa dibanding mereka orang tua gue yang banting tulang mengeluarkan tenaga dan uang sampai saat ini. Ditambah sama rata-rata semua temen SMK gue udah diambang batas aman karena punya pekerjaan, udah merasakan hasil keringan sendiri setiap bulan, bisa kasih orang tua uang dan sebuah kebanggan juga bisa nabung dengan uang sendiri untuk masa depan. Berbeda sama gue yang sekarang masih sangat bergantung dengan minta. Tapi itu semua membuat gue semakin semangat, buat fokus lulus kuliah dengan baik dan kerja keras biar orang tua gue bangga, bahagia dan sejahtera di masa tua nya nanti. Walaupun terkadang keraguan muncul karena dunia yang gue pelajari ini sangat sulit dan banyak banget pesaing, tapi Allah SWT. pasti udah menyediakan rezeki-Nya untuk gue. Karena tidak ada yang sia-sia selama semuanya dilakukan dengan hati ikhlas dan harapan yang selalu menjadi doa setiap hari nya. Betul? *ala Aa Gym*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar