Senin, 06 Maret 2017

sebenarnyaaa



Sebenernya, kegalauan ini udah gue rasakan sejak lama. Gue ngerasa kok setiap kali produksi pasti nih ya gue “kontra” sama suatu hal. Entah itu tentang cara kerja, keputusan ataupun hasil. Kadang gue berpikir apa mungkin passion gue ini bukan di dunia broadcasting(?) hmm.
kalau kalian baca postingan gue tentang semester 5, kalian pasti ngerti maksud gue… dan setelah gue merenung, meresapi dan evaluasi diri dalam-dalam dan matang-matang. Kayaknya bukan karena gue nggak passion di jurusan penyiaran tapi emang sifat dan watak gue yang susah untuk dikontrol.
Entah kenapa gue ini terlalu cepat dalam segala hal, dalam mengambil keputusan, dalam menjudge, dalam melakukan sesuatu. Ditambah gue terlalu to the point, ketika gue nggak suka, menurut gue salah dan nggak sesuai apa yang di inginkan (entah itu target atau arahan dosen) maka dengan tegas pasti gue akan marah-marah atau minimal gue curhat sana-sini karna kesel. Hahaha. Oke please don’t try this at home. Karena kan nggak semua orang mengerti niat, maksud, dan tujuan kita. Semua yang gue lakukan juga kadang jadi boomerang, sebab kita nggak tau hati dan pikiran orang lain. Mungkin aja mereka merasa sakit hati atau enggak dihargai karena sikap yang gue sebutkan di atas. 

Jadi dalam dunia broadcasting (di perkuliahan yang gue alami), ada banyak hal yang harus disadari. Pertama, nggak semua orang cara kerja nya itu sama. Gue lebih ke cara kerja yang percaya sama kekuatan kerja team. Kalo kita punya team yang bagus kinerja dan komunikasinya, gue yakin 100% mulai dari pra-pro-paska produksi pasti semua nya berjalan sesuai yang direncanakan.

Atau ada juga beberapa orang yang sistem kerja nya selama masih bisa dikerjain sendiri, maka dia akan melakukannya. Nggak peduli capek, atau itu bukan bagian dari jobdesknya, selama pra-pro-paska produksi berjalan sesuai target maka jalan terus.

Nah yang paling parah adalah, beberapa orang yang menganggap remeh tahap pra-pro-paska. Mereka sering beranggapan, semua itu mudah. Tapi ketika udah deadline baru deh berasa masa pra produksi nya nggak mateng dan paska produksi nya harus bekerja lebih alias puter otak mengakali ini dan itu.

Gue enggak bilang ketiga cara kerja itu salah atau benar, baik atau buruk. Sepengalaman gue, komunikasi nomer satu. Selama semua nya di diskusikan dan diputuskan dengan baik, segala hal yang terjadi dalam tahap pra-pro-paska biasanya emang “takdir” hahaha. Karena kan pasti sebuah team sudah merencanakan planning A sampai Z dan melihat semua resiko serta kemungkinan yang terjadi.

Kedua, kita pasti akan bertemu dengan orang baru. Bukan cuma komunikasi yang baik, tapi kesabaran dan attitude itu penting. Why? Karena kita pasti akan menemui banyak penolakan dan rintangan maka kesabaran kita butuhkan. Contohnya, buat dapet izin liputan dan narasumber dari instansi pemerintahan pasti nggak mudah. Rintangan nya lagi adalah, jarak, budget dan waktu yang sering tidak sinkron. Terus attitude atau sikap, ketika kita dapet penolakan dan rintangan. Sebisa mungkin sih jangan marah-maran dan menyerah. Tapi lakukan sebaik mungkin, dan positif thinking. Itu semua terjadi mungkin biar kita belajar banyak hal. Ambil aja hikmahnya kalo ga ada kembaliannya hahaha. Oke garing.

Dua hal tersebut sih yang menurut pengalaman gue sangat dibutuhkan, karena semua orang PASTI punya cara kerja dan gaya komunikasi yang berbeda. So, harus banyak bersabar lagi deh kalu emang satu team sama orang baru karena proses adaptasi pasti memakan banyak tenaga dan pikiran. KEEP FIGHTING!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar