Sebenernya, kegalauan ini udah
gue rasakan sejak lama. Gue ngerasa kok setiap kali produksi pasti nih ya gue
“kontra” sama suatu hal. Entah itu tentang cara kerja, keputusan ataupun hasil.
Kadang gue berpikir apa mungkin passion gue ini bukan di dunia broadcasting(?)
hmm.
kalau kalian baca postingan gue tentang semester 5, kalian pasti ngerti maksud gue… dan setelah gue merenung, meresapi dan evaluasi diri dalam-dalam dan matang-matang. Kayaknya bukan karena gue nggak passion di jurusan penyiaran tapi emang sifat dan watak gue yang susah untuk dikontrol.
kalau kalian baca postingan gue tentang semester 5, kalian pasti ngerti maksud gue… dan setelah gue merenung, meresapi dan evaluasi diri dalam-dalam dan matang-matang. Kayaknya bukan karena gue nggak passion di jurusan penyiaran tapi emang sifat dan watak gue yang susah untuk dikontrol.
Entah kenapa gue ini terlalu
cepat dalam segala hal, dalam mengambil keputusan, dalam menjudge, dalam
melakukan sesuatu. Ditambah gue terlalu to the point, ketika gue nggak suka,
menurut gue salah dan nggak sesuai apa yang di inginkan (entah itu target atau
arahan dosen) maka dengan tegas pasti gue akan marah-marah atau minimal gue
curhat sana-sini karna kesel. Hahaha. Oke please don’t try this at home. Karena
kan nggak semua orang mengerti niat, maksud, dan tujuan kita. Semua yang gue
lakukan juga kadang jadi boomerang, sebab kita nggak tau hati dan pikiran orang
lain. Mungkin aja mereka merasa sakit hati atau enggak dihargai karena sikap
yang gue sebutkan di atas.
Jadi dalam dunia broadcasting (di
perkuliahan yang gue alami), ada banyak hal yang harus disadari. Pertama, nggak
semua orang cara kerja nya itu sama. Gue lebih ke cara kerja yang percaya sama
kekuatan kerja team. Kalo kita punya team yang bagus kinerja dan komunikasinya,
gue yakin 100% mulai dari pra-pro-paska produksi pasti semua nya berjalan
sesuai yang direncanakan.
Atau ada juga beberapa orang yang
sistem kerja nya selama masih bisa dikerjain sendiri, maka dia akan
melakukannya. Nggak peduli capek, atau itu bukan bagian dari jobdesknya, selama
pra-pro-paska produksi berjalan sesuai target maka jalan terus.
Nah yang paling parah adalah,
beberapa orang yang menganggap remeh tahap pra-pro-paska. Mereka sering
beranggapan, semua itu mudah. Tapi ketika udah deadline baru deh berasa masa
pra produksi nya nggak mateng dan paska produksi nya harus bekerja lebih alias
puter otak mengakali ini dan itu.
Gue enggak bilang ketiga cara
kerja itu salah atau benar, baik atau buruk. Sepengalaman gue, komunikasi nomer
satu. Selama semua nya di diskusikan dan diputuskan dengan baik, segala hal
yang terjadi dalam tahap pra-pro-paska biasanya emang “takdir” hahaha. Karena
kan pasti sebuah team sudah merencanakan planning A sampai Z dan melihat semua
resiko serta kemungkinan yang terjadi.
Kedua, kita pasti akan bertemu
dengan orang baru. Bukan cuma komunikasi yang baik, tapi kesabaran dan attitude
itu penting. Why? Karena kita pasti akan menemui banyak penolakan dan rintangan
maka kesabaran kita butuhkan. Contohnya, buat dapet izin liputan dan narasumber
dari instansi pemerintahan pasti nggak mudah. Rintangan nya lagi adalah, jarak,
budget dan waktu yang sering tidak sinkron. Terus attitude atau sikap, ketika
kita dapet penolakan dan rintangan. Sebisa mungkin sih jangan marah-maran dan
menyerah. Tapi lakukan sebaik mungkin, dan positif thinking. Itu semua terjadi
mungkin biar kita belajar banyak hal. Ambil aja hikmahnya kalo ga ada
kembaliannya hahaha. Oke garing.
Dua hal
tersebut sih yang menurut pengalaman gue sangat dibutuhkan, karena semua orang
PASTI punya cara kerja dan gaya komunikasi yang berbeda. So, harus banyak
bersabar lagi deh kalu emang satu team sama orang baru karena proses adaptasi
pasti memakan banyak tenaga dan pikiran. KEEP FIGHTING!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar