Haiiiii, sorry gue baru ngepost
lagi. Dikarenakan kesibukan mahasiswi semester 3 ini luar biasa banget padatnya
hehehe. Btw, kali ini gue mau bahas soal kepadatan kuliah gue. Sebelumnya gue
mau mengingatkan post ini dan blog gue inti nya adalah share pengaman dan
cerita gue. Siapa tau kita satu pengalaman atau cerita, disini kalian bisa
menemukan beberapa solusi. Bukan untuk menyindir, rasis atau sok tau. Inget ya,
konten nya adalah sharing! Okey, here we go…
Jadi di kampus gue, seluruh
mahasiswa-i semester 3 jurusan broadcasting penyiaran itu lagi di sibukkan sama
kegiatan ‘Broadcasting Award’ yaitu sebuah ajang sesama kampus untuk bersaing
secara sehat dalam membuat film pendek dengan durasi maksimal 5 menit untuk
merebutkan piala umum bergilir.
Kebetulan kampus gue salah satu
yang menonjol karena beberapa kali juara sesi (terdapat 6 sesi, setiap sesi
terdapat 5 cabang kampus yang bersaing), dan dua kali juara umum. Otomatis gue
dan teman-teman yang lain memiliki satu beban yang mengganggu. Tapi disisi
lain, kita jadi punya banyak mentor yang sangat berpengalaman, mulai dari
sutradara, editor sampai chief-chief lain.
Disini gue di percayakan (sebenernya
mengajukan) menjadi assisten produser dan script writer. Awal mula semua
berjalan dengan adem ayem, tapi ternyata kita mendapat masalah dalam hal
naskah. Sampai akhirnya kita di bantu sama dosen yang sangat baik hati
memberikan ide, dari situ gue mulai meracik dan menjamu kata-kata sampai
lahirlah sebuah ide cerita dengan judul “Elective Abortion”. Ga usah nanya
artinya apa, di google banyak!!! Pokoknya masalah kelas gue cuma ada di ide
cerita dan naskah, sampai gue sendiri sebagai script writer merasa bersalah
karena kinerja nya kurang efektif. Naskah pun sempat diganti dengan ide lain
tapi karena banyak yang kurang setuju akhirnya balik lagi ke ide cerita awal.
Tapi… masalah belum selesai sampai disana, naskah yang gue buat mengalami
banyak revisi untuk mendapatkan cerita terbaik. Kelas gue sampe mengadakan
simulasi kurang lebih 4 kali, hingga akhirnya sutradara beserta team bersama
DOP bisa merevisi dan menghasilkan cerita terbaik untuk dijadikan film.
Sebelum semua itu selesai, kita
juga mengalami masalah soal kekompakkan team. Tidak semua anggota team tertarik
sama film, maka itu banyak kejadian alot terjadi. Perdebatan, emosi, egois,
baper dan lain-lain telah kita lewati dengan cukup sulit (menurut gue). Gue pun mengaku seperti itu,
egois karena nggak mau berkomunikasi sama beberapa orang, emosi karena merasa
selalu disalahkan, baper karena waktu itu keadaan nya lagi capek. Nah dari sini
kalian sudah mulai bisa membaca, kalau inti dari ‘Broadcasting Award’ ini
adalah bagaimana belajar jadi dewasa, menjadi seorang yang professional dalam
menjalankan tanggung jawab, tidak egois, memanage waktu untuk menjaga kesehatan
dan tugas mata kuliah yang lain dan
nggak ambekan alias baper alias bawa perasaan.
And finally, kita Alhamdulillah bisa melewati itu semua. Sampai H-3 semua sudah
tercover dengan baik, tinggal rapat finalisasi dan eksekusi saja.
Apa yang gue dapet? Banyak
banget. Gue belajar membuat desain produksi dengan detail dibagian keuangan
karena uang yang dipakai adalah uang bersama harus maka se-efesien dan
se-transparan mungkin. Gue juga belajar dengan baik dari dosen-dosen yang
mebimbing gue dalam pembuatan naskah, walaupun naskah gue ujung nya banyak
revisi. GAK USAH KETAWA LO!!! Gue juga belajar bagaimana harus menghargai orang
lain, walaupun kita sangat beda sudut pandang pada akhirnya ke-egosian harus
mengalah karena ini soal professional. Bukan hal mudah mengatur 40 orang
menjadi satu team yang memiliki satu visi dan misi. Emosi, capek, kesel,
menyerah, serba salah, semua rasa campur aduk ini semoga menghasilkan sesuatu
yang baik, bukan piala atau “image” tapi sebuah pelajaran tentang proses menjadi
dewasa dan mengetahui bakat masing-masing di bidang broadcasting.
Gue pribadi minta maaf karena
selalu berkomentar pedas, menyinggung dan nggak enak banget di hati. Jujur gue
emang masih enggak bisa jaga lisan ini, ditambah gue orang nya nggak bisa mendem
kalo gue itu nggak suka sama sesuatu. Ditambah maaf banget karena kinerja
sebagai script writer nggak efektif, I’ve done try my best. Gue dan temen-temen
akan berangkat tanggal 27 November dan pulang 29 November. Doakan semoga semua
nya berjalan lancer, dan setelah BA selesai nggak muncul masalah baru. AAMIIN
YA RABB! Semangat…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar